Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer)

Judul Buku     : Bumi manusia
Penulis Buku : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit.         : Lentera Dipantara
Cetakan .         : 17 Januari 2011
Isi .                    : 535 hlm
ISBN.                : 9799731232

NgawiKita.com | Bumi Manusia ialah buku pertama dari Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer.
Buku ini ditulis Pram ketika masih mendekam di Pulau Buru. Sebelum ditulis pada tahun 1975, sejak tahun 1973 terlebih dahulu diceritakan ulang kepada sahabat-sahabatnya.

Buku yang mempunyai lingkup masa kejadian antara tahun 1898 hingga tahun 1918, masa ini ialah masa munculnya pemikiran Politik Etis dan Masa awal periode Kebangakitan Nasional.
Masa ini juga menjadi awal masuknya pemikiran Rasional ke Hindia Belanda masa awal pertumbuhan organisasi-organisasi modern yang juga merupakan awal kelahiran demokrasi pola Revolusi Perancis.

Novel Bumi manusia adalah sebuah karya yang agung, di dalamnya begitu banyak pesan yang disampaikan secara tersirat maupun tersurat. Sastrawan Pram membuat cerita begitu mengalir saja dengan berbagai konflik yang monumental.

Buku yang pernah saya baca memang belumlah banyak, tapi sepanjang pengalaman saya dalam membaca buku, dengan saran sahabat Asep syaiful.
Baru kali ini saya merasakan benar-benar tenggelam pada aksara-aksaranya pada novel ini. Kisah yang disajikan berlatar pada akhir abad 19 menjelang abad 20, memuat tentang keadaan sosial pada saat itu dengan segala permasalahan yang ada.

Alur cerita yang begitu menarik untuk di buka halaman buku selanjutnya, keadaan masyarakat pada masa pemerintahan Hindia Belanda ia gambarkan dengan begitu jelas. Berbagai permasalahan ia tulis dengan jelas hampir tanpa ada keganjalan. Dalam tulisannya Pram mengisahkan tentang kisah cinta antara seorang pribumi dengan gadis Indo keturunan Belanda.

Minke, seorang pribumi yang mempunyai pola pikir layaknya seorang Eropa, minke memang bukanlah keturunan pribumi biasa, dalam darahnya masih mengalir darah para raja jawa, tetapi dirinya sendiri sudah hampir bukan seorang jawa, hanya tubuhnya saja yang jawa tetapi semua pandangannya tentang hidup sudah benar-benar seperti pandangan seorang Eropa.

Suatu hal yang tidak biasa-biasa saja kala zaman itu. Minke adalah seorang pemuda yang cerdas, penyuka sastra, berbeda dengan pemuda lain. Annelis Mellema, gadis yang begitu Anggun, bahkan dalam novel ini keanggunannya melebihi kecantikan dari Ratu Nederland pada waktu itu. Ratu Wihelmina.

Seorang putri dari seorang Nyai, bukan seorang Nyai biasa, bukan hanya seorang selir yang seringkali dianggap menjijikkan. Ia merupakan putri dari seorang ibu yang luar biasa, seorang ibu yang begitu mampu mengurusi banyak pekerjaan setelah Tuan Mellema, suami tidak sahnya, berubah menjadi orang gila, orang yang sudah tidak peduli pada apapun disekelilingnya.

Annelis lebih memilih untuk menjadi seorang pribumi bersama ibunya, walaupun ayahnya merupakan seorang belanda. Gadis yang begitu manja pada ibunya, sikap manisnya, Sangat bertolak belakang dengan sikap Annelis, abangnya Robert Mellema merasa bahwa dirinya seorang belanda tulen dan ia pun tidak menganggap Nyai sebagai ibunya. Ia sangat mengagumi ayahnya walaupun ayahnya sendiri sudah tidak peduli lagi termasuk dirinya.

Novel Bumi Manusia karya Pramoedya menunjukkan betapa pentingnya belajar, dengan belajar, dapat mengubah nasib, seperti dalam buku ini, Nyai yang tidak bersekolah, akan tetapi ia dapat menjadi seorang guru yang hebat bagi siswa H.B.S Minke. Bahkan pengetahuan si Nyai yang didapat dari pengalaman, dari buku-buku dan dari kehidupan sehari-hari, ternyata lebih luas dari guru-guru sekolah H.B.S.

Pram menulis kisah ini dengan sangat indah, kata-kata puitis bertebaran disetiap lamannya. Berbagai konflik terjadi, permasalahn disana-sini. Semua ia gambarkan dengan nyata. Kisah dimulai dengan keseharian Minke, seorang Siswa H.B.S dengan berbagai kegiatannya, kemudian digambarkan berbagai situasi pada masa itu. Keseharian masyarakat pada masa itu. Semua diceritakan oleh Pram begitu jeli.

Pada suatu waktu, Minke diajak oleh temannya Robert Surhof untuk datang ke rumah temannya Wonokromo. Minke sudah sering mendengar desas-desus tentang keberadaan satu keluarga yang mempunyai perusahaan besar di Wonokromo itu.

Nyai Ontosoroh, begitulah orang kampoeng menyebut. Pemilik dari perusahan bernama Boerderij Boeitenzorg, disukai Nyai Ontosoroh memiliki kekuatan yang membuat tuannya sendiri bertekuk lutut padanya.

Selain itu Nyai Ontosoroh juga mempunyai pengawal yang begitu menyeramkan yang bernama Darsam. Saat itu Minke ketakutan memikirkan hal itu, tetapi setiba kereta kuda merak berhenti di depan gerbang sebuah rumah megah, kemudian Robert Surhof mengajak turun. Dalam pikiran Minke berkecamuk, inikah rumah Nyai Ontosoroh?.

Robert Surhof tidak mempedulikan opini itu karena Robert surhof seorang tokoh belanda tulen dan tidak pernah peduli dengan apa yang dibicarakan oleh para pribumi. Mereka berdua masuk, dan disinilah kisah Asmara dimulai, berbagai konflik yang unik nan menegangkan pembaca.

Walaupun novel ini memuat kisah Asmara, tetapi buku karya pram tidak mengajarkan kita untuk menjadi cengeng karena sesuatu yang bernama “Asmara”.

Novel yang seolah-olah berada pada zaman itu, menyaksikan langsung berbagai peristiwa yang terjadi, membuka pikiran kita tentang kehidupan dalam masa pemerintahan Hindia Belanda.

Novel yang sesungguhnya memuat semua hal yang sering terjadi pada akhir abad 19 dan menjelang abad 20.

Pemikiran-pemikiran untuk keadilan dan kebenaran para pribumi, sikap masyarakat yang pada saat itu, strata sosial yang ada pada saat itu, semuanya berbalut dengan indah dalam kisah Asmara yang terjalin antara Minke dan Annelis. Walaupun pada akhir kisah dalam novel ini agak menyedihkan.

Novel ini sangat recomended untuk dibaca semua kalangan remaja, terutama mahasiswa, tapi sangat tidak dianjurkan bagi anak-anak, karena di dalam buku ini bahasa yang digunakan lumayan tinggi dan butuh cukup berfikir saat membaca tiap paragrafnya. Itulah kekurangan dari buku ini. Tapi isinya sangat memuaskan sekali.

(bashir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*