Adakan Do’a Bersama, Polres Ngawi Dan Forkopimda Undang Mahasiswa Se-Ngawi

Ngawi – Polres Ngawi bersama Forpimda, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ngawi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari IAI Ngawi, STKIP Modern Ngawi, STITI KP Paron, Unsoer Ngawi, STAIM Kendal Ngawi dan AKPER Ngawi melakukan sholat gaib di Masjid Miftahul Huda Mapolres Ngawi untuk mendoakan almarhum Imawan Randi (21) dan Muhamad Yusuf Kardawi (19) mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara yang wafat ketika aksi mahasiswa di Kendari pada minggu (29/09/2019).

Do’a Bersama Polres Ngawi dan Forkopimda mengundang mahasiswa se-ngawi

Baca juga :Wisuda Pertama, STKIP Modern Ngawi Gelar Rapat Terbuka

Sambutan Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu mewakili pimpinan Polri pihaknya menyampaikan sangat berduka cita dan merasa kehilangan terhadap wafatnya kedua putra terbaik bangsa. Dan sholat gaib yang dilakukan seluruh jajaran Polres Ngawi dan semua unsur mahasiswa di wilayahnya bertujuan untuk mendoakan agar arwah Randi dan Yusuf diterima di sisi Allah SWT. Demikian pula keluarganya yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

Baca juga : Respect!! Kapolres Ngawi Ucapkan Belasungkawa

“Tentu kita semua sangat kehilangan dengan kepergian Randi dan Yusuf sebagai putra terbaik bangsa yang telah mendahului kita semua. Kita sangat menyesali hal itu kenapa harus terjadi dan karangan bunga yang telah kita sampaikan sebagai wujud rasa belasungkawa sedalam-dalamnya dan kedepanya bisa meningkatkan hubungan silaturahmi dengan adik-adik mahasiswa, mereka adalah generasi penerus bangsa”, ucap Kapolres Ngawi.

Kapolres Ngawi menambahkan pihaknya sangat mendukung pengungkapan atas penyebab wafatnya kedua mahasiswa itu. Siapapun pelakunya harus diungkap sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Kedepan kita terus bersinergi dengan semua elemen masyarakat demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Ngawi. Kita harapkan apabila terjadi hal apapun itu mari komunikasikan secara terbuka dengan saudara kita semua”, tegas Kapolres Ngawi.

Selain itu Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar yang turut sholat gaib menjelaskan, Randi dan Yusuf sebagai pejuang bangsa menyuarakan aspirasi rakyat di alam demokrasi. Meninggalnya kedua almarhum patut dikenang sepanjang masa. Apapun yang disuarakan mahasiswa sebagai satu tuntutan rakyat terhadap perbaikan sistim demokrasi bangsa Indonesia.

(aq/mf)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*