Belajar Dari Covid -19, Team KKN STKIP Modern dan Desa Danguk Angkat Isu Climate Change

Ngawi | ngawikita.com – Isu perubahan iklim akhir – akhir ini marak disuarakan oleh berbagai lembaga selain isu Covid -19. Baik forum nasional maupun internasional banyak membahas terkait ” Climate Change”.

Merespon hal tersebut, salah satu desa di kabupaten Ngawi, tepatnya desa Danguk kecamatan Karangjati kabupaten Ngawi melaksanakan tanam pohon untuk menyeimbangkan ekosistem yang berkelanjutan. Program ini juga melibatkan team KKN Mahasiswa STKIP Modern Ngawi. Selasa,31/08/2021.

Menurut Hadi Sudarno,ST selaku kepala desa setempat menyatakan, desain pembangunan yang berkelanjutan memang sudah lama kita laksanakan.

“Perlahan kami upayakan penanaman bibit pohon buah di sepanjang jalan desa Danguk, selain jangka panjang bernilai ekonomis, tentunya juga mampu mengurasi emisi gas CO2″, Ungkap Hadi Sudarno,ST.

” Meski belum semuanya tapi progres pembangunan desa yang inklusif dan ramah lingkungan akan terus kami upayakan dengan penambahan jumlah vegetasi hidup dilingkungan masyarakat,” Tambahnya .

Rachmat Ariyanto, salah satu peserta KKN STKIP Modern Ngawi dalam usulan program penghijauan ini kami bekerja sama dengan pihak desa danguk dan warga setempat.

” Sebenarnya kami hanya meneruskan program, PEMDES Danguk sudah sukses melaksanakan pembangunan yang ramah lingkungan sebelumya, melihat jumlah vegetasi di sepanjang jalan utama desa Danguk cukup banyak,” Ujar Rachmat Ariyanto yang juga selaku ketua Mahasiswa pecinta alam STKIP Modern Ngawi.

” Kita harus belajar banyak dari Covid-19, bahwa pendekatan saintis untuk Belajar dalam artian perlunya berpikir secara kritis serta percaya pada saintis. Umat manusia juga harus melakukan langkah cerdas dan antisipasi terkait perubahan iklim.

“Salah satu kesadaran kritis kita adalah kita melalui suatu krisis yang sudah diprediksi, prediksi Climate Change sangat mungkin terjadi dan sudah banyak dibahas diberbagai forum nasional maupun internasional,” tambah Rachmat Ariyanto.

Mahasiswa dan pihak warga melakukan penanaman bersama dan penyerahan 200 bibit buah untuk selanjutnya ditanam dan dirawat oleh warga danguk. (Sgp/adm)

Iklan