Cegah Covid-19, Bupati Ngawi Lakukan Kunjungan Ke Pos Pantau Pemudik

Ngawi | NgawiKita – Bupati Ngawi bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan kunjungan ke beberapa titik pos pemantau yang berada di wilayah kabupaten Ngawi, Sabtu (4/4) kemarin.

Hal itu dikakukan karena sudah ada ribuan pemudik dari berbagai wilayah kota termasuk jabodetabek telah tiba di kampung halamannya di Ngawi. Maka dari itu semua pihak termasuk pengurus RT dan RW diminta untuk terlibat memantau setiap pendatang lantaran covid-19 tengah mewabah.

Isolasi perbatasan wilayah terus dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan dan relawan di kabupaten Ngawi. Hal itu dilakukan untuk memantau pemudik dari berbagai wilayah kota termasuk dari jabodetabek yang terus berdatangan di Mantingan atau di pintu perbatasan. Petugas gabungan menghentikan seluruh bus penumpang yang masuk ke Ngawi atau jawa timur dari jawa tengah.

Seluruh penumpang bus yang tujuannya ke Ngawi di lakukan pemeriksaan suhu hingga pendataan. Begitu juga mobil pribadi ber nopol luar daerah dengan tujuan Ngawi tak luput dari pemeriksaan oleh petugas.

Setelah di lakukan pemeriksaan mereka para penumpang diberikan kartu ODR (Orang Dalam Resiko) untuk memudahkan pemantauan nantinya.Pemeriksaan juga di lakukan di 6 titik lainnya diantaranya Exit Tol Ngawi, Geneng, Karangjati, Mantingan, Banyu urip perbatasan Bojonegoro dan di Stasiun Kereta Api.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan, hingga saat ini sudah 6 ribu pemudik dari berbagai kota tiba di kampung halamannya di Ngawi. Mereka memilih pulang ke kampung halamannya di Ngawi dengan alasan mulai kantor atau perusahaan tempat bekerja tutup hingga urusan lain.

“hingga kini sudah ada 6 ribu ODR pendatang dari luar daerah”katanya.

Untuk itu protokol yang sama harus diterapkan di level desa bahkan tingkat RT dan RW dengan demikian jika di temukan pasien positif baru kita akan bisa menelusuri riwayat kotak dan pergerakan pasien.

” kita lakukan pemeriksaan ini 24 jam di beberapa titik yaitu Mantingan, exit tol, Geneng, Karangjati Margomulyo dan stasiun,” ujarnya.

Dikatakannnya, saya kira ini lebih efektif dan memang kalau bicara efektif harusnya lockdown total namun masyarakat punya aktivitas. Namun demikian, isolasi perbatasan wilayah di ngawi akan di lakukan hingga batas waktu yang tidak di tentukan atau sudah aman. Hingga kini di Kabupaten Ngawi masih zero Covid-19.

Ditambahkan dari 7 pasien dalam pengawasan (PDP) yang di curigai semuanya di nyatakan sudah sembuh. Hanya saja maraknya pemudik yang datang di ngawi di khawatirkan akan memunculkan pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang dalam pengawasan (ODP) bertambah.

(afm/aq)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*