Cekcok Rumah Tangga, Suami Bunuh Istri, Lalu Bunuh Diri

Cekcok rumah tangga berujung maut menghebohkan Kabupaten Ngawi di penghujung tahun 2021. Seorang wanita ditemukan tewas dengan banyak luka. Sedangkan pria pelaku pembunuhan ditemukan tewas menabrakan diri di jalur kereta api.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Selasa (28/12) pagi kemarin. Diawali dengan ditemukannya jenazah perempuan inisial TRA (41) di warung es dawet aren masuk Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Ngawi. Korban ditemukan dengan kondisi puluhan luka terbuka.

Sementara, TW, pelaku yang tidak lain adalah suami korban ditemukan tewas mengenaskan di perlintasan kereta api masuk Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Ngawi. TW ditemukan tewas pada malam hari di hari yang sama.

Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya saat pers rilis menerangkan, kasus pembunuhan dan bunuh diri itu dilatarbelakangi masalah rumah tangga. Pelaku TW gelap mata hingga tega menghabisi nyawa TRA karena tidak berhasil rujuk setelah terjadi pisah ranjang.

“Dari gelar perkara, pelaku pembunuhan itu adalah TW, suami korban. Motif pembunuhan dilatarbelakangi masalah rumah tangga,” terang Winaya dihadapan wartawan, Kamis (30/12/21).

Sebelum melancarkan aksi kejinya itu, berdasarkan informasi yang berhasil digali pihak kepolisian dari para saksi, pelaku TW sempat menyampaikan rencana tersebut ketika keduanya tidak berhasil rujuk.

“Hasil pemeriksaan dari saksi, dapat dinyatakan bahwa, TW telah menyampaikan, ketika tidak rujuk keduanya, akan melaksanakan mati bersama,” terang Winaya.

Lebih lanjut, korban TRA disebut menolak rujuk akibat sering mengalami tindak kekerasan dari pelaku TW saat menjalani biduk rumah tangga. Terlebih adanya fakta, keduanya terpaut usia yang cukup jauh.

Kasus pembunuhan di warung es dawet Kabupaten Ngawi itu sempat menghebohkan masyarakat. Korban TRA (41) ditemukan tewas dengan banyak luka. Sementara TW, suami korban yang juga pelaku pembunuhan, ditemukan tewas di perlintasan kereta api dan diduga bunuh diri. (adm)

Iklan