Haji 2021 Batal, Pelunasan Dana Haji Bisa Ditarik?

NGAWIKITA.COM, Ngawi – Kemenag RI resmi menunda keberangkatan haji tahun 2021 ini. Meskipun demikian, calon haji bisa saja menarik kembali pelunasan setoran dana haji, apabila calon haji ingin menariknya.

‍Hal itu seperti diungkapkan kepala seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Ngawi, Mukhibudin. Kepada Ngawikita.com ia menjelaskan setoran pelunasan dana haji bisa ditarik kembali.

“Setoran awal dana haji yang wajib minimal sebanyak Rp 25 juta. Untuk pelunasan, tahun sekitar Rp 36 juta sekian,” jelasnya, Jumat (11/6/21).

Dia mengatakan yang bisa ditarik kembali oleh calon haji adalah selisih pelunasan dana haji dengan setoran awal. “Yang bisa ditarik calon haji, selisih pelunasan dari setoran awal. Kalau selisihnya Rp 12 juta, itu yang boleh ditarik,” katanya.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Mukhibudin saat memberikan keterangan. (Foto: Ngawikita.com/zt)

Sementara untuk teknis penarikan pelunasan dana haji, dijelaskan Mukhibudin pihak calon haji harus mengajukan permohonan tertulis yang ditujukan kepada kepala Kemenag Ngawi yang dilampiri dokumen.

Disebutkannya dokumen yang dilampirkan meliputi: dokumen pelunasan BPIH asli, KTP asli dan fotokopi buku tabungan atas nama calon haji. Dikatakan Mukhibudin, setelahnya Kemenag akan melakukan verifikasi dan memberikan permohonan rekomendasi ke pusat.

Calon haji yang menarik pelunasan dana hajinya tidak berarti kehilangan antrean berangkat. “Asal, dana setoran awal tidak termasuk diambil calon haji, kalau ditarik berarti batal,” ujarnya.

Penundaan keberangkatan haji telah berlangsung dua tahun. Kendati demikian, calon haji asal Ngawi belum ada yang menarik dana pelunasan.

“Sejak penundaan berangkat tahun 2020, calon haji asal Ngawi belum ada yang menarik dana pelunasannya,” ujarnya.

Sementara itu berdasar data Kemenag Ngawi, jumlah calon haji asal Ngawi yang tidak jadi berangkat tahun 2021 ini sebanyak 309 orang. (zt/mf)

Iklan