Kajian Kamis “Tikung Menikung Dilarang Nabi”

Ilustrasi Cincin Pernikahan Sumber: google pict

Kajian Hadist Bukhori

Tema : Pernikahan

No hadits : 505

Bidang Keagamaan PC PMII Ngawi

عن ابن عمر قال نهى النّبىّ ص يبيع بعضكم على بيع بعضٍ ولا يخطب الرّجل خطبة اخيه حتّى يترك الخا طب قبله اوياء ذن له الخاطب

Artinya : dari Ibn Umar berkata : Nabi SAW melarang menjual sebagian diantaranya atas barang yang dibeli oleh orang lain. Dan janganlah seorang laki – laki melamar atas lamaran saudaranya kecuali telah meninggalkan peminang sebelumnya atau peminang itu mengizinkan padanya. (HR Bukhori No Hadits 505)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah Wa Syukurillah atas segala karunia Alloh SWT sehingga kita masih tetap bisa menjalankan aktivitas sehari hari. Amin

Sahabat yang dirahmati Allah,

Kita patut bersyukur telah lahir dan hidup di dalam Islam. Semoga kelak kita mati tetap dalam keadaan Islam. Amin. Pasalnya kehidupan kita sebagai manusia telah diatur lengkap di dalam agama Islam. Tentang etika, adab, kebersihan, kesehatan dan lain sebagianya telah jelas dan kita hanya perlu mengamalkan serta meng Istiqomah i amalan tersebut.

Sahabat yang dirahmati Alloh, tentang etika pernikahan, hal ini sangat perlu untuk di pahami. Sebagaimana Hadits nabi yang diriwayatkan oleh Bukhori no 505 diatas merupakan sebuah pendidikan tentang etika pernikahan.

Barangkali dalam kehidupan kita, istilah “tikung menikung” sudah lumprah kita kenal, atau bahkan pernah menjadi penikung? Atau ditikung teman sendiri?

Masyallah, sahabat yang dirahmati Alloh, ternyata dalam masalah yang kita anggap sepele ini Nabi Muhammad SAW dengan tegas melarang hal demikian.

Meski didalam hadist tidak dijelaskan nanti akan kena azab bagimana bagi pelaku tikung menikung, namun dalam hal ini lebih kepada etika.

Sahabat yang dirahmati Allah

Ketika wanita sudah dipinang, meski belum memberikan jawaban kesediaanya. Janganlah buru buru untuk meminangnya. Tunggu dulu, bersabarlah, meski lelaki lain begitu sangat ingin menikahi wanita tersebut. Atau jika sudah tidak sanggup menahan gejolak rasa yang luar biasa. Datangi laki laki yang lebih dulu meminang. Mintalah izin untuk merelakan wanita pinanganya. Jika dizinkan, pinanglah, jika dia tidak ikhlas merelakan. Biarkan wanita memilih, menerima atau menolak. Jika wanita menerima, bersabarlah. Jika wanita menolak lelaki pertama, datangi wanita itu untuk kau pinang.

Sahabat yang dirahmati Allah,

Demikian kiranya pembahasan hadits tentang etika pernikahan.

Semoga dari apa yang disampaikan dapat kita ambil manfaatnya untuk kita amalkan. Amin

Wallahulmuwafieq Illa Aqwamith Thoriq

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*