Foto dari MI Islamiyah Muhammadiyah Walikukun

MI Kulpa Bagikan 110 Paket Sembako Pada Masyarakat, Anak Yatim dan Duafa

Widodaren | ngawikita.com – Rasa kepedulian dan berbagi ditunjukkan Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Muhammadiyah Walikukun (MI Kulpa), lembaga tingkat dasar dengan jumlah siswa terbesar (503 siswa) di Kecamatan Widodaren, dengan memberikan bantuan paket sembako kepada masyarakat sekitar, siswa yatim dan orangtua kurang mampu yang ada di sekolah. Penyerahan bantuan ini langsung dilakukan oleh Kepala beserta guru-guru MI Islamiyah Muhammadiyah Walikukun, Kamis (04/06/2020).

Pembagian Sembako dan Pemeriksaan Suhu Badan MI Islamiyah Muhammadiyah Walikukun

“Alhamdulillah dengan rasa kebersamaan, kita bisa menyerahkan 110 paket bantuan sembako kepada masyarakat sekitar, siswa yatim dan orangtua siswa kurang mampu yang ada di sekolah,” kata Kepala MI Islamiyah Muhammadiyah Walikukun, Abdul Malik, S.Ag.

Tujuan pemberian sembako ini, kata Abdul Malik, guna meringankan beban ekonomi orangtua siswa akibat wabah Covid 19. Adapun sembako yang diberikan kepada siswa dan orangtua berupa beras, mie instan, gula dan minyak goreng.

Selain pemberian bantuan sembako, ibarat pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, ada beberapa kegiatan yang kita lakukan secara bersamaan. Antara lain membagikan masker kepada siswa dan orang tua siswa, memonitor proses pembelajaran daring anak di rumah, sekaligus memeriksa dan memastikan kesehatan siswa dan keluarganya tidak terkonfirmasi covid-19, ujar Sigit Nugroho salah satu guru kelas 6 MI Islamiyah Muhammadiyah Walikukun.

Sumber dana bantuan sembako ini berasal dari uang infak siswa yang dikumpulkan setiap jumat ditambah uang Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diperuntukkan untuk penanggulangan dampak covid-19. Penyerahan sembako kepada siswa dan orangtua disesuaikan dengan protokol kesehatan, mengatur jarak satu sama lainnya serta mengunakan masker.

“Penerima baik siswa yatim dan orang tua siswa harus mengunakan masker dan menjaga jarak. Aturan ini sesuai dengan imbauan pemerintah,” imbuh Abdul Malik.

Pendampingan Belajar Dirumah

Dengan mengangkat tema”  Petasyarufan Lumbung Pangan ” ini, kata Ibu Siti Khotijah selaku guru sekaligus penasihat MI, “sekolah  bisa peduli dengan kondisi ekonomi yang dirasakan orangtua siswa akibat wabah Covid 19. Wabah ini tidak hanya membunuh manusia tapi juga menghancurkan perekonomian masyarakat. Makanya, pemberian santunan tahun ini tidak berupa uang melainkan sembako. Kalau tahun lalu santunan berupa uang, tapi tahun ini dalam bentuk sembako”.

(aq/adm)

Iklan