MTs Negeri 7 Ngawi, Tampil Nyleneh

Sine | NgawiKita.com – Santun sebutan Madrasah Tsanawiyah Negeri Tujuh Ngawi yang terletak di kaki Gunung Lawu Desa Ketanggung Kecamatan Sine Kab Ngawi merupakan salah satu Madrasah masa kini yang dinamis, atraktif, kreatif dan inovatif. Berada di geografis pinggiran tidak menyebabkan surut untuk senantiasa membuat program-program Nyleneh sebagai gebrakan dan langkah nyata dalam mewujudkan Madrasah yang hebat dan bermartabat di bawah binaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngawi.

Di awal tahun 2018 keluarga MTs Negeri 7 Ngawi membuat program Miniatur Pesantren. Konten dari program ini adalah setiap saat memberikan pengajaran dan keteladanan agar seluruh Keluarga Santun termasuk para muridnya mampu melaksanakan amaliah ajaran Agama sesuai dengan yang telah di syariatkan.

Bentuk implementasinya Gerakan puasa sunah Senin dan Kamis, Gerakan Wajib mengaji di Masjid/Musholla/Madin/TPA dengan membuat nota kesepahaman dengan Istar Durori, S.Pd. Direktur LPPTKA BKPRMI Kab Ngawi. Istar Durori, S.Pd. menjelaskan bahwa Madrasah yang membuat program seperti ini jarang ditemukan di Kabupaten Ngawi. Selain gerakan tersebut dibentuk pula halaqah-halaqah untuk mendalami dan praktek Ubudiyah.

“Bagaimana mungkin kita dapat memperbaiki akhlaq para murid kalau setiap hari tidak disuguhi oleh suasana yang Agamis,” kata Pujianto Kepala MTsN 7 Ngawi.

Program ini dikemudian hari sinergi dengan yang dicanangkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur dengan program Gerakan Furudul ‘Ainiyah (GEFA), seakan haus dengan gerakan inovatif setelah berhasil membentuk program Miniatur Pesantren maka mencetak gebrakan Talent Class yang di launching oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngawi pada bulan April 2018. Materi ini memberikan kesempatan kepada para murid untuk mengembangkan bakatnya seperti membuka kelas IT, kelas Tahfidz, kelas Olimpiade, dan lain-lain.

“Setiap anak memiliki kelebihan masing-masing maka treatment setap anak tidak bisa disamakan,”ujar Pujianto.

Setelah Seksi Pedidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngawi mensosialisasikan terdapat salah satu lembaga dari Yogyakarta yang bersedia bekerjasama dengan Madrsah di Kabupaten Ngawi maka MTsN 7 Ngawi lebih siap menjalankan dan meneruskan program yang sudah dirintisnya.

Setelah beberapa program berhasil ditelurkan Santun berupaya berkreasi kembai dengan memproduk Green School yakni secara kontinou merintis agar Madrasah beserta seluruh penghuninya senantiasa mentradisikan hidup bersih dan sehat. Kantin tidak menjajakan dagangannya yang berbungkus plastik, Guru, pegawai dan para murid setiap hari membawa sendiri gelas dan piring untuk minum dan makan yang telah dibeli dan secara rutin mendatangkan tim dari Puskesmas dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memberikan penyuluhan terhadap keluarga Madrasah. Dengan Istiqomah menjalankan program ini Santun berhasil menjuarai Lomba Madrasah Sehat tingkat Kabupaten Ngawi dalam rangka Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag tahun 2018. Pada tahun 2019 mendapatkan anugerah Adiwiyata dari Bupati Ngawi.Program Green School seiring dengan Gerakan Madrasah sehat (GEMES) salah satu program Gerakan Ayo Membangun Madrasah (GERAMM) Menjelang tahun 2020 Santun sudah kecanduan untuk meledakan program baru yang dinamakan Edutainment.

Pembelajaran yang menyenangkan dirintis oleh seluruh keluarga madrasah. Fasilitas relaksasi, audio visual, sabtu bergizi, learning game, shof efektif, out class, artistik, saung dan metodologi pembelajaran yang senatiasa riang sudah di konsep secara matang.

“Al Hamdulillah program yang sudah kita inisiasi sejak lama dan akan dilaksanakan secara bertahap kini gayung bersambut dengan programnya Mas Mendikbud Nadiem Anwar Makarim yang akan memunculkan Gerakan Merdeka Belajar ” kata Pujianto yang juga sebagai pengurus MUI Kab Ngawi.

Program baru Edutainment karya keluarga Santun di launching kemarin tanggal 19 Desember 2019 oleh Yasmani, M.Pd Kasi Pendma mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngawi. Dalam sambutannya Yasmani, M.Pd menyampaikan bahwa mindset pengelola madrasah generasi old berbeda jauh dengan minsdet generasi now sehingga generasi zaman old harus mengikuti pergerakan yang dilahirkan dari rahim generasi zaman now agar madrasah dapat mengikuti perkembangan zaman.

“Madrasah yang statis akan tergilas dengan pesatnya perkembangan zaman yang sangat dinamis” ujarnya.

Dalam kegiatan Launching Edutainment di MTsN 7 Ngawi disajikan surprise sebagai bentuk motivasi terhadap kinerja seluruh warga Madrasah yakni dengan memberikan Anugerah kepada nominator Ketanggung Awards tahun 2019.

“ Ketanggung Award ini sebagai bentuk reward sekaligus punishman bagi seluruh warga Madrasah dan semua yang telah diprogramkan dapat terlaksana dngan baik karena mendapatkan dukungan dari komite, orang tua, guru, TU, pengawas dan steakholder yang lain” Pungkas Pujianto Kepala MTsN 7 Ngawi.

(aq/admin)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*