Foto : Istimewa

MUI Ngawi, RUU HIP Buka Ruang Timbulnya Konflik Baru

Ngawi | ngawikita.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ngawi, menilai bahwa Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) membuka ruang terjadinya konflik bagi masyarakat.

Sekertaris Komisi Fatwa MUI Ngawi dan juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Qur’an Beran Ngawi Afifudin Khoir mengatakan, RUU HIP sifatnya masih rancangan dan terlalu dini untuk menanggapinya, bahkan menganggap pemerintah meloloskan RUU HIP.

“RUU HIP ini masih rancangan dan saya kira terlalu dini menanggapinya, bahkan menganggap pemerintah meloloskan RUU HIP”, ujar Afifudin Khoir kepada ngawikita.com, Senin (15/6/2020).

Beliau melihat masyarakat bersikap mengkritisi bahkan menjustifikasi bahwa pemerintah diam dalam menanggapi RUU HIP ini merupakan sifat kehati2an mereka. Karena mereka sepakat Pancasila merupakan Idelogi final.

“MUI telah memberikan rekomendasi dan ormas-ormas juga secara lantang mengkritik pemerintah, merupakan bagian dari cinta tanah air”, imbuhnya.

Menurut beliau, masyarakat jangan terburu-buru menanggapi soal RUU HIP tersebut. Beliau khawatir akan menimbulkan fitnah dan memecah belah bangsa.

“MUI Ngawi secara lembaga, belum bisa menanggapi hal tersebut. Tetapi secara pribadi, saya selaku sekertaris komisi fatwa MUI Ngawi, menghimbau kepada masyarakat jangan terburu-buru menanggapinya, dikhawatirkan nantinya akan menimbulkan fitnah. Karena hal tersebut rawan memecah belah bangsa”, pungkasnya.

(aq/adm)

Iklan