Panen Raya Padi Organik di Desa Jatirejo, Kadis Pertanian Siap Memfasilitasi Sertifikasi

Pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan atau sering dibahasakan dengan pertanian organik adalah sebuah proses, yang mana petani harus mengurangi pemakaian pupuk pabrikan dan racun sedikit demi sedikit. Sampai pada akhirnya nanti petani tidak lagi menggunakannya. Hal tersebut disampaikan oleh kepala Dinas Pertanian kabupaten Ngawi pada kegiatan panen raya padi organik di desa Jatirejo, kecamatan Kasreman, (08/07/20).

Dalam sambutannya, kepala Dinas Pertanian mengungkapakan bahwa gerakan pertanian organik di Ngawi memang lambat, hal ini dikarenakan para petani sudah terlanjur ketergantungan dengan pupuk pabrikan.

“Kami akan suport dan memfasilitasi terkait proses sertifikasi beras organik. Namun sekarang baru bisa membantu tiga unit rumah burung hantu dan nanti akan kita tambah”, ungkap Marsudi dalam sambutannya.

Terkait hama tikus, Kadin Pertanian menghimbau kepada kepala desa agar membuat Perdes perlindungan burung hantu dan ular sawah dan menghidupkan kembali budaya gropyokan.

Marsudi juga menyampaiakan bahwa kabupaten Ngawi ini potensial dalam pengembangan pertanian terutama padi, hal ini terbukti bahwa Ngawi dalam hal produksi padinya menduduki peringkat nomor dua se-Jawa Timur.

Menurut Purwanto salah satu petani muda desa Jatirejo, menanam padi organik sangat mudah selama mengerti ilmunya. Kemarin sudah dilakukan pengubinan oleh dinas pertanian dan hasilnya rata-rata 7,5 ton per hektar, tambahnya.

“Hasilnya bagus mas yang organik, biasanya kalau musim tanam kedua seperti ini menurun tapi yang organik masih bagus”, tuturnya kepada wartawan ngawikita.

Iklan