Sumber Foto : Media Indonesia

Panen Raya Telah Tiba, Haruskah Petani Menanam Lagi?

Petani, sudah tidak asing lagi didengar telinga, bahkan namanya sudah terkenal, namun perjuangan seorang petani harus kita ajungi jempol. Bahwasannya keberadaan seorang petani di negara kita sangat penting bagi kelangsungan hidup umat manusia.

Petani merupakan profesi yang dijalani oleh sebagian besar orang di negara kita yang umumnya memiliki iklim tropis. Iklim merupakan kondisi rata rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang untuk suatu lokasi di bumi atau planet. Sedangkan untuk iklim tropis itu sendiri merupakan sebutan bagi daerah yang memiliki suhu hangat dan disinari oleh sinar matahari sepanjang tahun.

Dari penjelasan tersebut negara kita yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani bisa menanam padi untuk menjaga ketersediaan pangan untuk para penduduk. Maka dari itu peran petani sangatlah penting bagi negara kita agar bisa menjaga ketersedian bahan pangan untuk para penduduk.

Dilihat dari data untuk mata pencaharian penduduk Indonesia yang paling besar yaitu pada sektor pertanian. Dikutip dari sumber : https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/01/15/inilah-lumbung-padi-nasional

Pada saat ini di Provinsi Jawa Timur khususnya di wilayah Kabupaten Ngawi panen raya telah tiba. Ketika proses menanam padi dari bibit hingga padi merunduk dan akhirnya panen raya pun telah tiba harapannya senyum gembira yang dirasakan oleh para petani dan semua itu ialah tinggal sebuah harapan belaka. Kenyataannya para petani pun merasa ganjal dengan hasil panen untuk saat ini.

Hasil panen dari petani saat ini banyak kerugian, jumlah yang didapat pun mengalami penurunan. Ketika hal ini terjadi para petani hanya cukup pasrah menerima apa yang didapat dan berfikir di angan angan ” apakah harus menanam lagi atau berhenti untuk menanam “. Itulah yang terpikir dibenak para petani yang merasa kebingungan dengan keadaan seperti ini.

Untuk saat ini banyak kendala yang dihadapai petani untuk menanam padi lagi dari bibit hinggap padi siap panen. Sebagai contohnya yaitu langkanya ketersedian pupuk di pasaran. Kalau dilihat pupuk merupakan hal penting juga dari kebutuhan tanaman, karena tanaman itu untuk tumbuh subur memerlukan pupuk.

Kenyataannya keberadaan pupuk di pasaran mengalami kelangkaan, dan di suasana seperti ini petani pun merasa bingung dengan keberadaan pupuk yang sukar di temui, kalaupun ada itu pasti harganya sangat mahal melebihi harga normal ataupun harga subsidi.

Tak lepas dari kelangkaan pupuk yang menjadikan para petani berfikir panjang untuk kesiapannya menanam lagi. Hama pun juga menjadi hal yang sangat meresahkan para petani, sebagai contoh untuk saat ini hama yang begitu merajalela yaitu hama serangan tikus.

Keberadaan tikus yang menyerang tanaman padi membuat kepala para petani pusing dengan cara apakah tikus tikus ini bisa hilang?. Tak lepas dari itu semua cara yang dilakukan oleh petani untuk mengisir hama tikus tidak begitu efektif. Tikus tikus tersebut tetap saja merusak tanaman padi yang baru ditanam.

Akhirnya tanaman padi itu banyak yang mati sehingga perolehan hasil panen pun menurun drastis. Bagaimana petani tidak ragu dengan keadaan seperti ini, mereka harus siap siap merugi dengan hasil panen yang akan datang kalau tidak ada solusi yang dapat mengatasi permasalahn yang muncul pada saat ini.

Penulis : Dicky Bagus Kurniawan

Iklan