New Normal (Foto: Shutterstock)

Penerapan New Normal

Ngawi | ngawikita.com – New Normal, mungkin untuk sebagian orang belum mengerti apa itu new normal, apalagi untuk masyarakat yang tinggal di pedesaan ditambah lagi desa tersebut merupakan desa terpencil yang akses menuju desa itu sangat sulit di jangkau, maka tidak heran kalau sebagian orang belum mengetahui apa itu new normal.

Meskipun pemerintah saat ini membuatkan program untuk negara kita dalam sistem new normal. Dalam program tersebut masyarakat harus melakukan perubahan yang cukup ekstrem agar bisa beradaptasi dalam kondisi seperti saat ini.
Begitu pula dengan sektor ekonomi yang sempat anjlok dan membuat masyarakat mengeluh karena terkena imbas dari pandemi Covid 19.

Bukan negara kita saja yang sistem perekonomiannya mengalami gangguan tetapi ada sejumlah negara di luar sana juga mengalami sendatnya sistem perekonomian, dan untuk negara indonesia membuat kebijakan untuk New Normal.

Dari itulah makna dari new normal yang membuat masyarakat bertanya – tanya apakah itu new normal dan bagaimanakah penerapannyanya ?

Dapat di simpulkan bahwa pengertian dari new normal yaitu perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal. Tetapi dalam perubahan ini harus diiringi dengan menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan Covid 19. Protokol kesehatan yang dianjurkan yaitu dengan mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, dan tentunya tetap menjaga jarak dan mengurangi kontak fisik dengan orang lain.

Dalam penerapannya di berlakukan melalui berbagai tahap, diantaranya fase 1 dimulai pada tanggal 1 Juni 2020. Adapun penerapannya untuk dalam fase ini yaitu diantaranya * industri dan jasa bisnis ke bisnis beroperasi dengan social distancing dan persyaratan kesehatan. * Sektor kesehatan beroperasi penuh dengan memperhatikan kapasitas sistem kesehatan.

Untuk fase 2 dimulai pada tanggal 8 Juni 2020. Dalam penerapannya yaitu antara lain : * usaha dengan kontak fisik belum boleh beroperasi dan kegiatan berkumpul, olahraga outdoor belum diperbolehkan.

Dalam fase 3 dimulai pada tanggal 15 Juni 2020. Untuk pemerapan dari fase ini yaitu : * kegiatan pendidikan di sekolah dilakukan dengan sistem shift sesuai jumlah kelas dan oalahraga outdoor diperbolehkan dengan protokol.

Selanjutnya fase 4, dimulai pada tanggal 6 Juli 2020. Dalam penerapannya yaitu * Pembukaan bertahap dan pembatasan jumlah penerbangan sekaligus membatasi kegiatan yang berskala dengan banyak orang yang terlibat dalam hal tersebut.

Dan yang terakhir yaitu fase 5 dimulai pada tanggal 20 dan 27 Juli 2020. Dalam penerapannya yaitu * pembukaan kegiatan ekonomi dalam skala besar dan tetap melakukan protokol kesehatan yang dianjurkan, sekaligus evaluasi secara berkala sampai vaksin ditemukan dan disebarluaskan.

Semoga dengan di terapkannya new normal oleh pemerintah bisa membawa hal yang menguntungkan kepada masyarakat bahwasannya kendala yang dihadapi ini
Sudah dirasakan oleh semua masyarakat sehingga tidak sedikit yang terkena imbasnya dari penademi Covid 19 ini. Dan untuk masyarakat harus tetap waspada dengan menjalankan aturan dari pemerintah tentang penerapan protokoler kesehatan yang tidak henti hentinya di suarakan agar semuanya bisa aman dan selesailah kita semua dari pandemi Covid 19 ini.

(dk/aq)

Sumber : Tempo.co dan Word Health Organization (WHO)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*