Poktan dari 6 Kecamatan Kunjungi P4S Organikmat Ngompro

Pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan di kabupaten Ngawi nampaknya sudah mulai menjadi sorotan masyarakat. Hal ini terbukti dengan ketertarikan beberapa kelompok tani untuk belajar dan mengembangkan pola tanam padi secara organik.

Komunitas organik desa Ngompro menjadi salah satu sasaran kunjungan untuk belajar para petani karena komunitas ini sudah berjalan lebih dahulu dalam mengembangkan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan berbasis komunitas. Bahkan mereka sudah mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).

Meski baru berdiri P4S Organikmat Ngompro sudah menerima kunjungan dari Poktan dan Gapoktan dari kecamatan Geneng, Gerih, Kedunggalar, Ngrambe, Kendal dan Paron, 25-27/08/20. Dalam kunjungan yang didukung penuh oleh Dispertan kabupaten Ngawi bidang penyuluhan tersebut mereka diajak langsung mengamati tanaman padi di lahan dan dikenalkan dengan kegiatan komunitas mulai budidaya, pengelolaan pasca panen dan pemasaran.

“Kami mempunyai keinginan untuk bersama-sama menularkan pengalaman pengalaman dalam berbudidaya pertanian yang ramah lingkungan,” ungkap Tarto ketua P4S Organikmat Ngompro.

Menurutnya P4S merupakan wadah yang sangat nyaman untuk belajar para petani karena yang menjadi fasilitator juga para pelaku pertanian. Program yang ditawarkan selain pelatihan juga pendampingan dan pemberdayaan komunitas.

“Tahun ini (baca 2020) kami menerima pendaftaran pelatihan dan pendampingan dari satu desa,” ungkap Tarto.

Sebenarnya, menurut Tarto, mulai tahun 2020 sekitar lima desa yang sudah mendaftar untuk pelatihan dan pendampingan namun karena wabah Covid-19 kegiatannya dijadwalkan ulang pada tahun berikutnya yakni tahun 2021.

Iklan