Siaga Serangan Hama dan Penyakit, Komunitas Organikmat Ngompro Mengembangkan Agen Hayati

Jumat, 15 Mei 2020, pukul 10 malam tampak kegiatan unik yang melibatkan para pemuda desa dan petani yang tergabung dalam komunitas organikmat Ngompro desa Ngompro, Pangkur, Ngawi. Sembari canda tawa mereka mengupas kentang dan sebagian ada yang menyiapkan tungku api untuk merebus kentang tersebut.

Kegiatan ini bukan berarti tidak punya maksud, mereka melakukannya untuk mengembangkan agen hayati untuk antisipasi serangan organisme pengganggu tanaman pada musim tanam kedua ini.

Kita tahu meski dalam kondisi pencegahan covid-19 petani harus tetap berproduksi, seperti dikutip dari cnbcindonesia 05 Mei 2020. “Ditengah pandemi covid-19 presiden Joko Widodo meminta agar petani harus tetap berproduksi. Hal ini dilakukan untuk antisipasi ketersediaan bahan pangan pokok dampak kekeringan.”

Menurut Nurtanto, salah satu petani setempat biasanya musim tanam kedua memang banyak serangan penyakit dan hama. “Kita mengembang agen hayati ini digunakan untuk mengatasi serangan hama dan penyakit dalam pertanian organik.” Ungkapnya.

Kali ini ada tiga jenis agen hayati yang dikembangkan, diantaranya adalah Paenibacillus polymixa yang bisa digunakan untuk mengendalikan penyakit kresek atau hawar daun pada tanaman padi. Kedua, Verticillium lecanni dan Beauveria bassian yang bisa digunakan untuk mengendalikan hama jenis serangga dengan berperan sebagai parasit.

“Kami mengembangkan agen hayati ini dari isolat yang kami dapat dari laboratorium pertanian Kedungrejo, Pilangkenceng, Madiun.” Kata Nurtanto.

Komunitas organikmat Ngompro berharap kegiatan semacam ini bisa membantu para petani setempat untuk menghemat biaya pembelian racun yang biasa digunakan untuk membunuh hama dan penyakit pada tanaman. Dan agen hayati ini menurut mereka lebih aman dan ramah lingkungan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*