Foto dari Ali SGP

Tasyakuran Gedung Baru, IAI Ngawi Bertekad Tambah Partisipasi Masyarakat Ngawi Terhadap Pendidikan Tinggi

Ngawi | Ngawikita.com – Institut Agama Islam (IAI) Ngawi mengadakan acara doa bersama dalam rangka tasyakuran atas selesainya pembangunan gedung perkuliahan tiga-lantai serta diraihnya peringkat akreditasi baik dari 3 (tiga) program studi barunya, yakni program Studi Bimbingan Konseling (BK), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Perbankan. Minggu, 18/07/2020.

Dalam sambutan di awal acara, Rektor IAI Ngawi, Mustaqim menjelaskan bahwa IAI Ngawi bertekad dan berusaha menyediakan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas sekaligus terjangkau oleh masyarakat luas. Angka akses dan partisipasi masyarakat, terutama masyarakat Ngawi, terhadap layanan pendidikan tinggi masih kecil, sebagain disebabkan oleh pandangan yang berkembang luas bahwa untuk mengakses layanan pendidikan tinggi yang berkualitas dibutuhkan biaya yang mahal.

“Pandangan tersebut perlu dikikis di antaranya dengan memperkuat komitmen kerakyatan dari para pengelola pendidikan tinggi sehingga mereka menyadari bahwa yang terpenting dari pendidikan tinggi adalah sejauh mana ia dapat diakses oleh masyarakat luas dan menggerakkan transformasi sosial (perubahan sosial),” ungkap Mustaqim.

Sebagian dari komitmen kerakyatan IAI Ngawi tersebut diwujudkan dengan kebijakan pemberian beasiswa penuh dan pengurangan biaya kuliah kepada ratusan mahasiswa barunya yang terdampak akibat pademi ketika mendaftar kuliah pada tahun 2020.

Rektor IAI Ngawi menjelaskan bahwa pendidikan tinggi selain diharapkan ikut membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan, spiritualitas, demokrasi, pluralitas dan keadilan sosial. Juga diharapkan tersambung dengan kebutuhan pragmatis masyarakat terhadap kompetensi vokasional yang diperlukan, untuk baik untuk bekerja maupun menciptakan lapangan kerja. Dalam kerangka itu, IAI Ngawi sedang dan terus memperkuat kompetensi tersebut kepada para mahasiswanya, di antaranya dengan membekali mereka dengan beberapa sertifikasi keahlian tertentu yang sesuai dengan bidang kerjanya kelak.

Di akhir sambutannya, Rektor IAI Ngawi mengingatkan kepada segenap civitas akademiknya, bahwa sebagai bagian dari Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), IAI Ngawi memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan pandangan dan model keberagamaan yang moderat, humanis, serta mendukung penuh prinsip-prinsip berbangsa dan bernegara kita, di internal civitas akademik maupun di tengah-tengah masyarakat.

Acara tasyakuran ini juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ngawi H. Rudi triwahid dan Ketua Yayasan Pendidikan Modern Ngawi Istamar M.Pd serta seluruh civitas akademi IAI Ngawi.

(editor : Ahmad Qudori)

Iklan