gambar di ambil dari gstatic.com

Tips Bagi Pengantin Baru Agar Terhindar COVID -19

Oleh : Ali Sujito

Akhir – akhir ini saya terharu melihat beberapa postingan di media sosial teman saya, bahkan sampai misek misek neteske eluh saking terharunya.

Postingan teman saya di beberapa hari menjelang era new normal hampir semua berisi foto pasangan ijab kabul baik sanak saudara maupun dia dengan pasangannya sendiri. Betapa tidak ngenes, saya di usia 1/4 abad lebih, belum berani se-gentel mereka meminang kekasih menuju pelaminan, jangankan meminang, memiliki calon saja belum. Meski begitu, saya masih berusaha berpikir rasionalis dan tidak baper untuk menuangkan gagasan tertulis perihal pernikahan dan COVID -19.

Menurut info yang dilansir oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), COVID -19 dapat menular orang lain yang terinfeksi virus ini. COVID-19 dapat menyebar terutama dari orang ke orang melalui droplet (percikan air liur) dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terinfeksi COVID-19 batuk, bersin atau berbicara. Percikan-percikan ini relatif berat, perjalanannya tidak jauh dan jatuh ke tanah dengan cepat. Orang dapat terinfeksi COVID-19 jika menghirup percikan orang yang terinfeksi virus ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain. Percikan-percikan ini dapat menempel di benda dan permukaan lainnya di sekitar orang seperti meja, gagang pintu, gagang gelas, dan pegangan tangan. Orang dapat terinfeksi dengan menyentuh benda atau permukaan tersebut, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Sementara itu, menjelang new normal banyak pasangan yang tidak sabar untuk menikah meski sekedar ijab kabul tanpa resepsi. Salah satu diantara teman saya sebut saja mawar, yang rencananya akan melaksanakan ijab kabul di pertengahan bulan ini, selain mawar ada juga melati yang adiknya kebetulan sudah melaksanakan ijab kabul beberapa hari lalu. Menurut mawar, dirinya mengaku tidak sabar alias kesuwen jika harus menunggu ijab kabul setelah Corona usai. Namun sebelum ijab kabul belum ada himbauan atau saran terkait rapit tes maupun SWAB. Melati juga mengatakan sama, adiknya yang sudah ijab kabul juga tidak melakukan inisiatif rapit test atau SWAB pra acara ijab kabul. Hal ini yang menjadikan kekhawatiran saya terkait upaya pencegahan virus Corona menimbang :

  1. Pasca ijab kabul pasangan pengantin sah tidak hanya bertukar cincin saja, potensi pertukaran droplet bahkan air liur antar pasangan besar kemungkinan terjadi.

  2. Pasca sah, pasangan pengantin tidak hanya hidup se-rumah lebih dari itu, bisa jadi tidur se-kamar bahkan bisa jadi satu selimut berdua.

  3. Setelah ijab, pasangan pengantin tidak hanya memegang gagang pintu, gagang gelas bersamaan, kemungkinan memegang gagang-gagang lain juga sangat berpotensi terjadi.

Sebab itu, bagi anda calon pengantin seyogyanya melaksanakan rapit test Dan SWAB untuk memastikan anda negatif COVID-19 demi kelangsungan hidup anda dan pasangan anda. Selain itu perlu kebijakan khusus dari Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID -19 bagi calon pasangan pengantin. Jangan sampai ada yang dikorbankan demi keawetan usia pernikahan para generasi bangsa yang sedang bahagia mengarungi bahtera rumah tangga baru mereka.

Solusi akhir jika test tidak memungkinkan, pasangan pengantin harus betah ngempet menjaga jarak 1 meter dengan pasangan minimal 14 hari pasca ijab kabul.

Akhir kata, selamat menempuh baru. Salam dari team redaktur NgawiKita.com

Iklan