Usaha Menjanjikan Di Tengah Pandemi, Penangkaran Perkutut Warna

Padas | ngawikita.com – Kecintaan terhadap burung tidak melihat batasan usia dan dari kalangan apa. Seperti halnya Dosen STKIP Modern Ngawi, Sofyan Susanto. Saking cintanya terhadap burung, dirinya mendirikan penangkaran perkutut bernama Ngawi RPM Bird Farm, di Ds. Tambakromo, Kec. Padas, Kab. Ngawi. Sofyan nama panggilannya mengaku, mulai menyukai burung perkutut semenjak 1 tahun lalu karena sebelumnya hanya burung kicauan bukan anggungan. Minggu, 06/09/2020.

” Saya awal suka burung perkutut ini lihat di penangkaran teman saya area ngawi barat yang terdapat burung perkutut beraneka warna dan saya juga merasa kutut liar semakin berkurang karena perburuan,akhirnya saya lama-lama suka dan tergerak untuk mendirikan penangkaran perkutut di area ngawi timur,” Ungkap Sofyan kepada team ngawikita.com.

Sofyan saat ditemui team ngawikita.com

 

Sofyan hobi ternak burung perkutut karena burung yang satu ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan jenis burung lainnya. Menurutnya, suara perkutut yang merdu memang tidak sekadar membuat pemiliknya merasa damai di rumah. Bahkan, ada yang percaya perkutut bisa mendatangkan rezeki atau kehokian bagi sang pemilik. Keunikannya lagi setiap burung perkutut memiliki karakter yang berbeda. Masing-masing burung memiliki suara yang berbeda-beda. Selama ini belum pernah nemuin yang suaranya sama, kalo mirip sering, tapi kalau sama saya rasa gak pernah,” kata dosen yang menjabat wakil ketua 1 bidang akademik STKIP Modern Ngawi.

” Apalagi masalah katuranggan, ada katuranggan daringan kebak, keruk bumi, satria pinayungan, pandawa mijil, dll,ā€ tambahnya.

Sebelum mulai beternak burung perkutut, sebelumnya Sofyan pecinta burung ocehan dan terakhir ingin menangkarkan burung anis kembang. Akan tetapi setelah dirinya bermain di rumah temannya daerah Sidolaju Sofyan memutuskan untuk menjual burung anis kembangnya dan membeli indukan perkutut. Pada akhir Januari 2020 saya mulai memutuskan untuk beternak burung perkutut ini. Dari 10 pasang indukan burung perkutut sekarang ada 90 pasang indukan burung perkutut yang saya budidayakan,” ujarnya.

Untuk indukkan perkutut ini, dia mengaku mengambil indukkan terbaik dari peternakan lain seperti dari Sidolaju, Tambak selo, Mantingan dan bahkan Yogyakarta.

“Pertama sih saya beli indukkan perkutut dari peternak lain dan saya silangkan. Alhamdulillah burung perkutut saya pilihan warnanya lengkap, ada krem, silver, cemani, putih, mego mendung, udan mas, daringan kebak, majapahit bahkan golden” ucap Sofyan.
Diketahui, penangkaran Burung Perkutut Ngawi RPM Bird Farm milik Sofyan sudah terdaftar di Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) dengan nomor register 3725/P3SI/2020. Untuk satu ekor anakan burung perkutut dari Ngawi RPM Bird Farm ini bervariasi mulai dari Rp. 100 rb ā€“ Rp. 1 jt. “Kalau untuk piyikan (anak) perkutut ini biasa menjual berdasarkan warnanya, dan untuk yang sudah jadi harganya pun tidak bisa dipatok,” kata dia.

Mengenai pemasaran, selain komunitas pencinta burung perkutut Indonesia, juga melalui media sosial seperti WhatsApp dan Facebook.
“Biasa sih menjual ke sesama pencinta burung perkutut, tapi ada juga yang datang ke peternakan Ngawi RPM Farm,” Pungkasnya.

Demikian cerita dari salah satu wirausaha muda di kabupaten Ngawi. Nantikan cerita lain dan tips-tips kiat sukses berwirausaha yang akan kami sajikan dari berbagai sumber.

Iklan