Wabup dan Ketua DPRD Ngawi Hadiri Panen Raya Padi Organik di Desa Jatirejo

Meski dalam situasi new normal para petani tetap menjalankan kewajibannya dengan tetap menanam untuk ketersediaan bahan pangan. Namun di desa Jatirejo, kecamatan Kasreman, kabupaten Ngawi ada yang berbeda, proses panen raya pada musim tanam kedua tahun ini dihadiri oleh wakil bupati, ketua DPRD dan kepala Dinas Pertanian kabupaten Ngawi, (08/07/20).

Proses panen raya diawali dengan ritual methil, kegiatan yang dilakukan oleh petani untuk menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan karena tanaman padinya sehat dan selamat sampai panen. Dilanjutkan dengan ramah tamah para pemangku kebijakan pemerintah kabupaten Ngawi dengan para petani.

“Kita sepakat Pemda bersama DPRD untuk mengedepankan ketahanan pangan berbasis pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan”, ungkap mas Ony panggilan akrab wakil bupati Ngawi.

Dia menceritakan dahulu Vietnam dan Thailand belajar pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia, sekarang negara-negara tersebut pengekspor beras terbesar dunia. Menurutnya hal itu karena konsistensi para petani dalam melakukan pengolahan lahan secara bijak.

Tidak hanya dalam produksi berasnya saja yang besar, hasil olahannya termasuk bekatul, menir menjadi tepung bahkan sekamnya juga diolah menjadi bahan baku yang bisa memberi tambahan penghasilan. Makanya tidak heran jika harga beras premium dari negara-negara tersebut bisa murah dan petani masih bisa untung. Tambahnya.

Mas Antok panggilan akrab ketua DPRD Ngawi bependapat bahwa dalam pengembangan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan butuh keteladanan dan suporting dari pemimpin terutama kepala desa.

“Kita perlu bersyukur karena kita mempunyai sektor pertanian yang masih bisa bertahan dan tetap berproduksi dalam kondisi pandemi”, tambahnya.

Disela-sela sambutannya, beliau juga berpesan dalam rangka menyongsong Pilkada untuk menjaga kondusifitas masyarakat, jangan sampai karena Pilkada menjadikan tidak rukun satu sama lainnya.

Iklan